The Prehistory of Modern Painting

'Lukisan Modern,' penyimpangan kreatif dari seni konvensional, adalah semua tentang mengeksplorasi ide-ide baru yang inovatif. Abstraksi berakar pada bentuk seni kontemporer ini saja, dengan cabang kuat 'Impresionisme,' 'Fauvisme,' dan 'Ekspresionisme.'

Meskipun, prasejarah 'Lukisan Modern' berasal dari tahun 1860-an hingga 1970-an, Revolusi Perancis (1789-99) adalah fase pendiriannya. Selama Revolusi, budaya tradisional & struktur politik masyarakat bermetamorfosis menjadi maju dan seimbang. Gelombang perubahan ini mempengaruhi semua orang, termasuk seniman, karena mereka menggunakan teknik seni terbaru, yang mengarah pada munculnya 'Lukisan Modern'. Sejarawan seni terkenal, Ernst Gombrich, mengutip perubahan sebagai, "kesadaran diri membuat orang memilih gaya bangunan mereka sebagai salah satu memilih pola wallpaper."

Pada akhir abad kesembilan belas, 'Seni Modern' akhirnya memperoleh bentuk dan mengarah pada pertumbuhan gerakan seni, seperti 'Impresionisme' dan terutama 'Simbolisme', respons kontemporer terhadap 'Naturalisme'. 'Simbolisme' menggambarkan realitas dalam semua emosi negatifnya, dalam upaya untuk menggambarkan kebenaran yang keras. Pameran lukisan, "Le déjeuner sur l'herbe (1862-63)" oleh Édouard Manet, di Salon des Refusés, Paris, adalah intersepsi pertama dari 'Modern Painting.' Karya ini menciptakan cukup kontroversi karena penggambarannya yang berani dan avant-garde. Pekerjaan menunjukkan seorang wanita telanjang makan siang dengan pria berpakaian lengkap.

Beberapa kelompok seni ada sebelum Perang Dunia Pertama dan sebelum munculnya 'Modern Painting' yang sebenarnya. Terkemuka di antara mereka adalah 'Futurisme – Balla,' 'Seni Abstrak – Der Blaue Reiter, Bauhaus,' 'Orphism – Robert Delaunay, Frantisek Kupka,' 'Sinkronisme – Morgan Russell,' dan 'Surealisme – De Chirico, André Breton, Miró, Magritte, Dalí, Ernst. ' Pada awal abad ke-20, kelompok pelukis baru, 'Impresionis,' muncul dengan ide melukis dalam cahaya alami, daripada di studio, seperti yang dilakukan oleh kelompok sebelumnya. Di belakang ini, para seniman ini juga membentuk kelompok yang disebut 'Artistes Peintres, Sculpteurs, & Graveurs (Association of Painters, Sculptors, and Engravers),' di mana mereka mulai menampilkan karya-karya mereka. 'Fauvisme,' 'Ekspresionisme,' 'Kubisme', dan 'Abstraksi' juga muncul sebagai beberapa bentuk dasar 'Lukisan Modern'. Para seniman, selain bereksperimen dengan ide-ide mereka yang tidak terikat dan inovatif, juga mencoba menghubungkan berbagai bentuk seni untuk hasil yang sangat menarik.

Setelah Perang Dunia Kedua, beberapa gerakan 'Seni Modern' ini berlanjut, seperti 'Ekspresionisme'. Gaya baru, seperti 'Seni Pop', 'Lukisan Lapangan Warna', 'Lukisan Tepi Keras', 'Seni Minimal', 'Abstraksi Liris,' 'Pasca Minimalisme,' dan 'Fotorealisme', kemudian ditambahkan. Karenanya, 'Lukisan Modern' membawa kehidupan baru untuk kreativitas, dengan peningkatannya mengikuti evolusi dan perkembangan terus menerus.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *